Memuat...

Rabu, 01 Juni 2011

PANEN KERBAU PERKEBUNAN KELAPA SAWIT


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keuntungan pemakaian kerbau sebagai alat Transport TBS ke TPH sbb :
A. Keuntungan pihak Karyawan Panen
- Out put pemanen meningkat sehingga pendapatan juga meningkat.
- Lebih manusiawi.
- Nilai cicilan kerbau merupakan tabungan.
- Gerobak dapat dijadikan sarana transport pergi pulang kerja.
B. Keuntungan Pihak Perusahaan.
- Cost/Kg panen lebih rendah.
- Kebutuhan pemanen lebih sedikit.
- Dapat mengikat karyawan untuk dapat bekerja, dan ketrampilan karyawan
Meningkat.
II. PERSIAPAN
2.1. Persiapan Areal .
Areal dipilih yang datar dan tidak becek serta tergenang air sewaktu musim hujan.
2.2. Persiapan Gerobak.
Gerobak kerbau dengan ukuran bak panjang 150 CM lebar 90 CM dan tinggi 50 CM.
2.3. Penyediaan Kandang
Kandang kolektif disediakan perusahaan.
2.4. Akad Kredit
Untuk membuat suasana kerja yang jelas dan terbuka perlu dibuatkan Akad Kredit antar pihak Perusahaan dengan pemanen yang akan memakai kerbau. Inti akad kredit adalah :
1. Besarnya kredit dihitung berat hidup kerbau, dikalikan harga per kilo berat hidup.
2. Jangka waktu kredit 5 tahun (enam puluh bulan).
3. Besar cicilan yaitu nilai kredit di bagi rata 60 bulan.
4. Penngunaan kerbau hanya untuk angkut TBS kelapa sawit ke TPH.
5. Pemilik kerbau harus menjaga kesehatan dan keselamatan kerbau
6. Dan ketentuan lain.
III. PELAKSANAAN PEMAKAIAN KERBAU
3.1 Pemeliharaan Kesehatan Kerbau.
Pemeliharaan kesehatan kerbau pertama yang harus dilakukan adalah Vaksinasi yang berupa :
– Vaksinasi penyakit ngorok.
– Vaksinasi penyakit cacing perut
– Vaksinasi penyakit cacing hati
Apabila ada kelainan kesehatan kerbau pemanen lapor ke perusahaan untuk bisa mendatangkan petugas kesehatan hewan untuk memeriksa dan mengobatai kerbau yang sakit tetrsebut.
Yang perlu diperhatikan betul pembinaan dan penyuluhan kepada pemanen mengenai :
1. Cara pemeliharaan dan perawatan kerbau yang baik.
2. Cara mencegah terjadinya penyakit dan keracunan.
3. Bagaimana tanda-tanda kerbau terkena penyakit.
4. Cara melakukan pertolongan pertama apabila kerbau sakit.
3.2. Pemberian Makan
Pemberian makan kerbau di ambilkan dari rumput yang tumbuh di areal kebun. Kepada pemanen yang punya kerbau harus di beri tahu memilih rumput yang baik tidak menyebabkan kerbau sakit.
3.3. Pelatihan Kerbau
Kerbau baru belum langsung dapat diapakai untuk panen. Untuk itu perlu dilatih dulu oleh petugas yang sudah biasa memakai kerbau. Pelatihan sekaligus merawat dan memberi makan kepada kerbau. Langkah-langkah pelatihan adalah :
1. Pengenalan Kerbau dengan Manusia.
2. Pemasangan tali hidung.
3. Menarik Gerobak.
4. Pengenalan Instruksi
3.4. Pemakaian Kerbau Sebagai Alat Bantu Panen
Di Kebun Naga Sakti Kerbau di pakai untuk membantu panen di semua Divisi. Dengan perincian sampai September 2003 sebagai berikut :
Divisi Luas Luas Areal Panen Jumlah Kerbau
(Ha) Kerbau (Ha) (Ekor)
1 685 211,06 6
2 865,41 484,78 14
3 822,92 267,50 8
4 872,40 255,66 8
5 831,61 215,66 7
6 814,1 432,13 14
Total 4.891,44 1.866,79 57
3.5. Sistem Pengancakan
Pemakaian kerbau adalah secara individual , dimana seekor kerbau melayani satu orang pemanen. Pengancakan panen menggunakan sistem giring tetap. Dimana dalam satu hari beberapa orang pemanen potong buah di Blok yang sama (+/- 4 Pasr Pikul = 2 Ha) dan maju +/- 3 Blok dengan serempak. Selesai satu Blok, pemanen akan mengangkut buah ke TPH, sebelum pindah ke Blok berikutnya, demikian seterusnya. System ini memudahkan pengawasan panen dan angkut TBS
4. MASALAH DAN CARA MENGATASINYA
1. Kerbau sakit.
Kalau ada kerbau sakit dan tidak dapat diatasi di kebun pemilik kerbau lapor ke Perusahaan, perusahaan akan memanggil Dokter Hewan untuk memeriksa dan mengobati kerbau tersebut.
2 Keamanan Kerbau.
Pemilik kerbau harus menjaga keamanan kerbau secara baik, sore hari pemilik harus memastikan kerbau ada di Kandang.
3. Ban Kempes
Ban yang kempes di tempel di bengkel setelah kerja.
5. Areal Becek.
Areal yang becek tidak dapat dimasuki oleh kerbau , buah yang di panen diangkut dengan di pikul. Daerah ini harus ekstra dalam pengawasan.
6. Pengalihan Akad Kredit.
Pengalihan dilakukan apabila :
- Pemilik yang lama tidak produktif dan tidak bisa lagi diharapkan untuk berprestasi.
- Pemilik yang lama mengalami kecelakaan kerja atau sakit yang tidak memungkinkan lagi dalam waktu dekat bekerja sebagai pemanen.
- Pemilik yang lama mengundurkan diri.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Baca Juga Artikel Ini