Rabu, 16 Maret 2011

MARI MENIKMATI HIDUP !!!



Seorang pria yang merasa sudah bosan hidup pergi menemui seorang bijak untuk meminta nasihat.”Saya ingin segera mati saja,”ujarnya. Orang  bijak ini memberi nasihat,”Besok pagi,  saat kamu bangun, anggaplah hari itu merupakan hari terakhir bagimu. Juga sarapan pagi terakhir bagimu. Mintalah pada istrimu makanan yang paling kamu sukai. Jangan membaca surat kabar seperti biasanya, tetapi ajaklah istrimu bercakap-cakap, karena ini kesempatan terakhir. Pada saat berangkat kerja, pandanglah rumahmu. Pandanglah juga sekitarnya. Inilah perjalanan ke kantor yang terakhir bagimu.”Pria itu pulang ke rumahnya dan berjanji akan melakukan nasihat si orang bijak.

Beberapa hari kemudian kembalilah ia pada si orang bijak untuk menceritakan pengalamannya. Ia kini selalu membayangkan bahwa setiap hari adalah hari terakhirnya. Sepanjang perjalanan pulang kerja, ia melihat pemandangan kota pada waktu malam yang diterangi lampu-lampu. Ia juga sempat menikmati malam bulan purnama. Pernah karena lupa membawa kunci, ia memencet bel pintu rumahnya. Ketika pintu terbuka, ia segera memeluk istrinya dan memberi ciuman mesra kepadanya. Ia Mengharapkan besok dan hari-hari berikutnya ia masih diperkenankan hidup oleh Tuhan. Pria itu menjadi bersemangat dan bergembira hidupnya.

Kita bisa menikmati hidup kalau kita berkonsentrasi ke masa kini, bukan ke masa lalu atau masa depan. Mengingat masa lalu hanya akan menghasilkan beban.  Kalau masa lalu itu menyedihkan, ia hanya akan menimbulkan penyesalan yang berkepanjangan. Bahkan kalau masa lalu itu membahagiakan, kerinduan akan masa lalu juga dapat menjadi beban, seolah-olah kita harus hidup seperti masa lalu. Ini dapat membuat kita hidup dalam angan-angan.

Mengingat masa depan juga dapat sering membuat kenikmatan hidup kita berkurang. Kita senantiasa dihantui ketegangan dan kecemasan akan masa depan kita. Target-target yang kita buat, baik target personal maupun target bisnis sering membuat kita gelisah. Segala keinginan dan ambisi kita itu adalah akar dari segala kesedihan dan kecemasan. Padahal seperti halnya masa lalu, masa depan berada diluar control kita. Kita tak dapat menentukan apa yang akan terjadi di akhir tahun 2007. Bahkan apakah kita masih hidup di akhir tahun nanti, tak ada yang dapat memberikan jaminan. Yang berada dalam control kita hanyalah prosesnya. Prosesnya inilah yang kita jalani sekarang, dari hari ke hari. Karena itu tugas kita sebenarnya bukanlah mengejar target-target itu tetapi menjalankan dan menikmati prosesnya dari hari ke hari.

Dalam bahasa seorang filsuf Antony de Mello, orang yang tidak dikuasai oleh masa depan bagikan kawanan burung di angkasa dan rumpun bunga bakung di padang. Ia tidak kuatir akan hari esok. Segalanya adalah hari ini.

Karena itu marilah kita hidup di hari ini. Caranya adalah dengan menumbuhkan kesadaran akan apapun yang sedang kita lakukan sekarang. Bukalah mata dan telinga Anda, rasakan dan nikmatilah apa yang sedang Anda Lakukan saat ini. Nikmatilah saat-saat bersatunya badan dan pikiran Anda. Perasaan cemas dan stress yang sering melanda manusia modern sebenarnya disebabkan tidak bersatunya badan dan pikiran Anda. Bayangkan, Anda berada di kantor tetapi pikiran dirumah, atau di rumah tapi pikiran di kantor. Anda sedang di Kalimantan, tetapi pikiran Anda ada di Jakarta. Anda sedang berada di masa kini, tetapi pikiran Anda ada di masa depan atau masa lalu. Anda sedang berada di dalam kendaraan di tengah kemacetan, tetapi pikiran Anda di kantor atau tempat klien yang Anda tuju. Nah begitu pikiran dan badan Anda berada di tempat yang berbeda, Anda akan langsung menderita stress.

Relaksasi sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang khusus tetapi dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Caranya adalah dengan memberi perhatian penuh pada saat sekarang ini. Lepaskan semua pikiran tentang masa mendatang, lepaskan pikiran tentang masa silam. Pokoknya lepaskan semua pikiran, lalu berilah perhatian penuh pada saat sekarang ini. Seperti yang diajarkan oleh Sang Budha,”Bila kamu menarik napas panjang, hendaknya kamu sadar bahwa kamu menarik napas panjang. Dan bila kamu menarik napas pendek, sadarilah sepenuhnya bahwa kamu sedang menarik napas pendek. Dan bila kamu sedang menarik napas sedang, sadarilah bahwa kamu menarik napas sedang. Kesadaran, Perhatian, Keasyikan. Lain tidak.

Sekali lagi, yang kita perlukan untuk menikmati hidup ini adalah kesadaran. Sebuah kesadaran yang tak kunjung henti. Ada satu cerita menarik mengenai seorang murid Zen bernama Tenno yang setelah berguru 10 tahun kemudian menjadi mengajar Zen. Suatu hari ia mengunjungi gurunya Nan-in. Waktu itu hari hujan, maka Tenno memakai bakiak dan membawa paying.

Ketika Tenno masuk, Nan-in berkata kepadanya:”Engkau meninggalkan bakiak dan payungmu di depan pintu bukan? Ingatkah engkau, payungmu kau letakkan di sebelah kanan bakiak atau di sebelah kirinya ?

Tenno tak dapat menjawab. Ia Tak ingat letak yang sebenarnya. Ia langsung menyadari bahwa ia belum mampu membina kesadarannya terus menerus. Maka ia menjadi murid Nan-in dan belajar selama 10 tahun lagi untuk mencapai kesadaran tak kunjung henti. Orang yang memiliki kesadaran tak kunjung henti adalah orang yang memberikan perhatian penuh pada setiap saat.

Para pembaca, marilah kita masuki tahun 2008 dengan penuh kesadaran. Kesadaran inilah kunci untuk menikmati hidup. Ingatlah sebuah ungkapan bijak,”Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, today is a gift, that’s why we call it present.” Atau seperti yang pernah disenandungkan penyanyi Gito Rollies di era 70-an, “Hari ini punya hari ini/hari esok itu soal nanti/bergemberilah/berbahagialah/Nikmatilah hidup ini…..”. (Arvan Pradiansyah – You are a Leader)

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Baca Juga Artikel Ini