Rabu, 16 Maret 2011

Plato Dan Cinta

plato dan cinta
Plato Dan Cinta
Satu hari Plato bertanya kepada gurunya,

Apa itu Cinta? Bagaimana saya menemukannya..??


Gurunya mengatakan:” Ada ladang gandum yang luas di depan sana, berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, Kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta….

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun….

Gurunya bertanya:” mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab:” Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik).
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan,tapi aku tidak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.

Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya.

Gurunya kemudian berkata:”Jadi ya itulah Cinta….”
-----------------------------------------
Di hari yang lain, Plato bertanya pada gurunya. Apa itu perkawinan..?? bagaimana saya bisa menemukannya.

Gurunya pun menjawab:” ada hutan yang subur didepan sana. berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu  pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karna artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan.

Palto pun menjawab:”sebab kerdasarkan pengalaman sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengan hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong, jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.

Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya.

Gurunya kemudian berkata;” dan ya itulah perkawinan…

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak kau temukan.
Cinta adanya dilubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan …. Tidak sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali.

Watu dan masa tidak dapat diputar mundur.. terimalah cinta apa adanya ..
Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta..
Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan maka sia-sia waktumu dalam mendaptkan perkwinan itu, karena sebensrnya kesempurnaan itu hampa adanya.
java-borneo.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Ada kesalahan di dalam gadget ini