Memuat...

Sabtu, 09 April 2011

Menurunkan TDS pada air

Bagaimana cara kita menurunkan level TDS dari air minum kita?
Ada beberapa cara yang paling sering digunakan sebagai sistem filtrasi dan purifikasi air adalah sebagai berikut:
Karbon Filtrasi
Charcoal, bentuk dari karbon yang memiliki permukaan yang luas, menyerap dan mengikat banyak senyawa termasuk yang bersifat toxic. Air yang melewati charcoal aktif untuk menghilangkan kandungan kontaminan di dalam air.
Reverse Osmosis (RO)
Reverse Osmosis bekerja dengan memberikan tekanan pada air hingga memiliki tekanan untuk mampu menembus membran semi-permeable yang hanya mampu dilalui oleh molekul air tanpa kontaminan-kontaminan lain. RO merupakan metode paling berkembang untuk sistem purifikasi yang ada saat ini.
Distilasi
Distilasi menggunakan cara menguapkan air hingga menjadi uap basah. Uap air tersebut naikmenuju ruang pendinginan sehingga terkondensasi menjadi air kembali dan ditampung. Karena benda padat terlarut secara umum tidak menjadi uap, mereka tetap dalam kondisi air yang mendidih.

Deionization (DI)

Air dialiri melewati sela-sela elektroda positif dan elektroda negatif. Membran penseleksi ion akan membuat ion positif terlepas dari air menuju elektroda negatif, dan ion negatif menuju elektroda positif. Maka akan dihasilkan air de-ionized yang sangat murni. Namun, biasanya dilakukan treatment awal pada sebuah unit reverse osmosis untuk menghilangkan kontaminan non-ionik. 


Filter karbon aktif berbentuk butiran yang merupakan teknologi yang dikembangkan untuk menghilangkan banyak jenis kontaminan astetik, dan sedikit efektif untuk menghilangkan beberapa kontaminan kesehatan seperti senyawa organic volatile (benzene, trichloroethylene, dan kontaminan berbasis petroleum lainnya). Karena sifatnya yang molecular, karbon aktif mampu menyerap dengan baik, yang berarti dapat menangkap banyak molekul organik di permukaannya. Filter karbon aktif berbentuk butiran relative tidak mahal, dengan pemeliharaan berupa penggantian 6 sampai 12 catridge per tahun, tergantung kualitas air baku dan media filter sebelumnya.
Ada desain khusus berbentuk kotak padat, dan dilapisi filter karbon aktif, Filter ini efektif untuk menghilangkan logam berat seperti timah dan merkuri. Filter ini memiliki lubang pori-pori lebih kecil dari 0,2 mikron, sehingga juga mampu menghilangkan bio kontaminan dengan efektif.
Mikrofiltrasi
Mikrofiltrasi menggunakan sebuah media filter yang memiliki pori-pori lebih kecil dari 0,2 mikron yang digunakan untuk mencegah biokontaminan tembus. Paduan keramik dan karbon padat biasa digunakan untuk membuat jenis mikrofiltrasi ini. Filter keramik memiliki kelebihan dapat dicuci ulang hingga beberapa kali hingga hilang efektifitasnya.
Media blok karbon biasanya dihancurkan setelah pemakaian. Media ini, memberikan tambahan treatment untuk banyak jenis kontaminan kesehatan dan aestetik. Mikrofiltrasi efektif untuk banyak jenis kontaminan biologikal, termasuk hard-shelled cyst seperti Cryptospridium.

Apakah air sadah merugikan?
Karena air sadah, pengeluaran teman-teman akan bertambah, itu disebabkan karena air sadah meninggalkan residu berupa kerak dipermukaan-permukaan benda yang dialirinya.
Untuk jangka waktu tertentu, kerak dari air sadah bisa menyumbat pipa-pipa air sehingga bisa menurunkan tekanan air yang mengalir. Kerusakan lainnya adalah akan mempercepat kerusakan pemanas air (water heater), mesin pencuci piring, mesin cuci, intinya, semua peralatam yang menggunakan air. Kerak ini juga bisa meninggalkan bekas di alat-alat makan kita (gelas, piring, dll.) dan juga di pakaian dan lantai yang kita cuci dengan air sadah itu.
Karat akan mudah sekali terjadi karena air sadah bersifat asam yang perlahan-lahan akan menghabisi pipa (atau logam yang dilaluinya), perkakas-perkakas, pemanas air, dan lain sebagainya.
Tingginya nilai TDS bisa mengindikasikan bahwa air tersebut sadah, dimana akan terbentuk kerak di pipa-pipa dan katup-katup air. Karena TDS bisa dilihat untuk mengetahui tingkat kesadahan air, maka menggunakan TDS meter bisa menjadi langkah awal untuk mengetahuinya. Secara umum, makin tinggi level TDS (ppm), maka makin tinggi tingkat kesadahan air tersebut.
Air sadah sebenarnya merupakan sejumlah partikel per liter air, yaitu miligram per liter (mg/l) atau part per million (ppm). Dimana satu butir partikel kesadahan adalah sebesar 17,1 ppm atau (mg/l).
source: tds meter

Kalau teman-teman di rumah punya alat Reverse Osmosis untuk mengolah air menjadi air minum, maka teman-teman perlu melakukan pengujian secara berkala air minum yang dihasilkan untuk memastikan alat tersebut bekerja dengan baik. Kinerja alat Reverse Osmosis sebenarnya diukur dari kinerja filter dan memmbran RO dengan mengukur besar TDS yang mampu dihilangkan. Besar penurunan TDS mengindikasikan penurunan mikro-organisme dan partikel non-solid berbahaya seperti khlorin dan florida. Jadi, pastikan teman-teman memeriksa kualitas air minum paling tidak 1 kali setiap bulannya untuk mengetahui bahwa filter dan membran RO masih dalam kondisi baik.
Carbon Filter
Carbon Filter merupakan teknologi yang paling sering digunakan di sistem filtrasi air minum. Tapi sayangnya, pemilik sistem filtrasi seperti ini jarang melakukan pemeriksaan. Di banyak kasus, filter tidak dibersihkan dengan baik, atau tidak dilakukan penggantian secara berkala. Pemakaian yang melewati batas waktu akan menurunkan kinerjanya, bahkan akhirnya kontaminan yang sudah overload di dalam filter ikut keluar bersama air minum.
Persentase Kinerja RO
Kinerja seuah alat RO dilihat dari persentase penurunan kadar TDS atau disebut dengan rejection rate. Rejection rate adalah persentase kontaminan yang tidak bisa tembus/melewati membran. Rejection rate harus setinggi mungkin sehingga air minum bisa masuk kategori “ideal“.
Untuk mengetahui besar rejection rate maka perlu diketahui besar TDS air baku (air sebelum diolah). Sebagai contoh, air baku diujikan dan diketahui memiliki konsentrasi TDS sebesar 300ppm, setelah diolah menggunakan alat Reverse Osmosis didapatkan hasil sebesar 15 – 30ppm, maka rejection rate adalah sebesar 90% – 95%.
Namun, alat Reverse Osmosis di-desain untuk kualitas air baku tertentu, dan besar rejection rate tertentu. Jadi, jika suatu alat Reverse Osmosis di-desain dengan rejection rate yang rendah, maka kualitas air minum yang dihasilkan juga menurun.

Ini cuplikan dari Dr. Olaf Mickelson, Former President dari American Institute of Nutrition…
Bahwa lebih penting untuk mendapatkan asupan air minum yang cukup dibanding kecukupan akan kebutuhan asupan kalori. Air minum sebaiknya bebas dari bau dan rasa yang tidak sedap sebagai upaya untuk memastikan seseorang akan memenuhi kebutuhan dirinya.
Kenapa air murni lebih sehat untuk dikonsumsi?
Pada dasarnya kita semua terkena mineral dan bahan-bahan kimia beracun (toxic) yang kita dapati dari udara dan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Air adalah satu-satunya cara untuk membuang racun-racun ini dari dalam tubuh. Dimulai dengan menggunakan air yang lebih murni, karena kemampuannya yang lebih besar untuk mengambil dan membersihkan benda-benda beracun dari tubuh kita. 1
Kenapa anak-anak perlu mengkonsumsi air murni?
Sistem imunitas dan detoksifikasi anak-anak masih dalam tahap pengembangan hingga masa remaja. Adanya asupan bahan-bahan kimia beracun (walau dalam jumlah kecil) atau kandungan timah pada air minum di masa kanak-kanak bisa meningkatkan resiko penyakit degeneratif dan kelainan kinerja organ dimasa mendatang. Karena banyak sistem pertahanan (tubuh) yang krusial untuk melindungi tubuh bagi orang dewasa dari penyakit dan polutan tidak sempurna dikemangkan selama masa kanak-kanak, maka mereka menjadi lebih sensitif terhadap benda-benda asing.
Seorang anak mengkonsumsi air minum 3 kali lebih banyak per berat badan dibandingkan orang dewasa, berarti mereka akan rentan untuk terkontaminasi polutan dengan dosis yang lebih besar. Sehingga tubuh mereka tumbuh lebih sensitif. 2
Padahal, standar kesehatan yang mengatur jumlah atau level polutan yang diijinkan untuk konsumsi air minum semua berdasarkan kemampuan imbas terhadap orang dewasa.
Kenapa air denga TDS tinggi tidak diinginkan atau berbahaya?
- Karena akan terasa getir, asin, terasa seperti terlarut logam, dan memiliki bau yang tidak sedap
- Air dengan TDS tinggi kurang bisa mengurangi rasa haus.
- Air dengan TDS tinggi mempengaruhi rasa makanan dan minuman, sehingga mengurangi selera makan.
- Air dengan TDS tinggi dapat saja terkandung mineral-mineral berbahaya seperti nitrat, sodium, sulfat, barium, cadmium, tembaga, dan florid.
- Jika seseorang minum 2 gelas air per hari, maka jika ditotal selama 70 tahun hidupnya orang tersebut mengkonsumsi 4500 galon air. Jika air itu bukan air murni, dari 4500 galon ini mengandung 200-300 pound batuan yang tubuh tidak perlukan. Kebanyakan akan dibuang melalui saluran ekskresi. Tapi, sebagian akan tinggal di dalam tubuh, dan akan mengakibatkan kekakuan sambungan persendian, pengerasan arteri, batu ginjal, penyumbatan arteri, dan kaliper mikroskopik dan mengalir keseluruh tubuh. 3
Apakah kita butuh mineral dari air minum kita?
Mineral Anorganik
Dipercaya bahwa air mineral membantu tubuh untuk proses metabolisme. Namun, ada pembuktian ilmiah yang menyarankan bahwa kebanyakan dari mineral ini berbentuk anorganik (“benda mati”). Yang saat mereka masuk ke dalam sirkulasi tubuh, mereka tidak dapat digunakan pada proses fisik pembentukan sel-sel tubuh.
Jadi, mineral pada air hanyalah memberikan mineral-mineral “mati” atau anorganik yang tidak dapat diasimilasi.
Semua mineral anorganik ini justru hanya mengganggu tubuh kita. 4
Tubuh memerlukan mineral yang banyak ditemukan di makanan, BUKAN AIR MINUM. -The American Medical Journal.
Faktanya: Mineral organik dari air sumur hanya 1% dari seluruh mineral yang terkandung di air.
Satu gelas jus jeruk mengandung lebih banyak mineral bermanfaat dibanding dengan 30 galon air sumur yang belum diolah.
Organik, atau mineral Bioavailable
Setelah mineral-mineral ini mampu menembus akar tanaman, mineral-mineral anorganik menjadi mineral organik (melalui proses fotosintesis) dan dapat diasimilasi tubuh kita sebagai mineral organik.
Air murni menghilangkan endapan mineral-mineral anorganik dari dalam tubuh.
Melihat bahwa banyak mineral dan nutrisi organik yang lebih mudah diasimilasi yang dari makanan, maka bisa di bayangkan seperti mana yang lebih enak? makan satu sendok tanah atau sebuah wortel? atau minum satu bathtub air tapi ternyata hanya dapat sedikit calcium dianding segelas susu?
Semoga artikel diatas bermanfaat.
SOURCES:
1. Waterwarning.com (Charles Strand)
2. Ibid
3. “Water can undermine your health,” by Norm W. Walker
4. “Your water and Your Health,” by Dr. Allen E. Banik with Carlson Wade
5. TDS meter

Kenapa kita harus mengukur level TDS air minum kita?
Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Sumber-sumer air yang memiliki level TDS yang tinggi sebaiknya diberi perhatian lebih untuk diperiksa lebih lanjut. Kebanyakan, tingginya level TDS disebabkan oleh adanya kandungan potassium, khlorida, dan sodium. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air.
pengujian tds
Bahkan sistem purifikasi air minum terbaik yang terdapat dipasaran, tetap harus dimonitor dengan TDS meter untuk memastikan filter dan/atau membran bekerja dengan baik, atau harus dilakukan penggantian terhadap kerjanya untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak diinginkan dan bakteri yang terlarut didalam air.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pentingnya untuk memeriksa level TDS air minum kita :
1| Rasa/Kesehatan
Air yang memiliki level TDS tinggi memiliki rasa yang kurang enak, terasa agak asin, pahit, atau metalik. Bisa juga berindikasi terdapatnya mineral-mineral yang bersifat toxic. Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm).
2| Kinerja Filter
Pengujian ini untuk memastikan sistem reverse osmosis atau sistem purifikasi air memiliki tingkat kemampuan pembuangan partikel-pertikel pengotor, dan diketahui kapan kita harus mengganti filter (atau membran) sistem purifikasi air minum kita.
3| Kesadahan (Hardness)
Tingginya level TDS bisa mengindikasikan kesadahan air, yang akan menyebabkan kerak .
4| Industri
Tingginya level TDS bisa berdampak pada kinerja beberapa peralatan, seperti boiler dan cooling tower, produksi makanan dan minuman, dan banyak lainnya.
5| Makanan dan Minuman
Untuk mendapatkan rasa secangkir kopi yang lebih nikmat, salah satunya adalah menjaga level TDS air yang digunakannya.






Diatas merupakan tabel sesuai dengan Enviromental Protection Agency (EPA) USA.
Air minum ideal adalah yang memiliki level TDS 0 – 50 ppm, dihasilkan dengan proses reverse osmosis, deionizationm microflitration, distillation, dan banyak lainnya. Air gunung (mountain spring) dan yang melalui proses filtrasi karbon berada di standar kedua. Rata-rata air tanah (air sumur) adalah 150 – 300 ppm, masih dalam batas aman, namun bukan yang terbaik terutama untuk para penderita penyakit ginjal.
Semoga artikel ini bermanfaat.
referensi : EPA; TDS meter
Total Dissolved solids alias disingkat TDS. Arti dari TDS adalah “benda padat yang terlarut” yaitu semua mineral, garam, logam, serta kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut diluar molekul air murni (H2O). Secara umum, konsentrasi benda-benda padat terlarut merupakan jumlah antara kation dan anion didalam air. TDS terukur dalam satuan Parts per Million (ppm) atau perbandingan rasio berat ion terhadap air.
Benda-benda padat di dalam air tersebut berasal dari banyak sumber, organik seperti daun, lumpur, plankton, serta limbah industri dan kotoran. Sumber lainnya bisa berasal dan limbah rumah tangga, pestisida, dan banyak lainnya. Sedangkan, sumber anorganik berasal dari batuan dan udara yang mengandung kasium bikarbonat, nitrogen, besi fosfor, sulfur, dan mineral lain. Semua benda ini berentuk garam, yang merupakan kandungannya perpaduan antara logam dan non logam. Garam-garam ini biasanya terlarut di dalam air dalam bentuk ion, yang merupakan partikel yang memiliki kandungan positif dan negatif. Air juga mengangkut logam seperti timah dan tembaga saat perjalanannya di dalam pipa distribusi air minum.
Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Dengan angka TDS yang tinggi maka perlu ditindaklanjuti, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Umumnya, tingginya angka TDS disebabkan oleh kandungan potassium, khlorida, dan sodium yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toxic (seperti timah arsenic, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air.
Maka, ayo dari sekarang kita lebih perhatikan air minum kita. Karena sepertinya sederhana, namun air minum merupakan sesuatu yang paling sering kita konsumsi. Berarti, walaupun sedikit kandungan toxic yang terkandung di dalam air, namun berarti kita menabungnya dengan sangat cepat di tubuh kita.
Semoga bermanfaat.
Saat ini air minum reverse osmosis sedang naik daun. Banyak penjual air minum isi ulang yang ditinggal pelanggannya karena diketahui kualitas air minum yang dijualnya buruk. Buat apa mengorbankan kesehatan demi beda harga air minum yang tidak seberapa? Lalu mulai bermunculan penjual atau depot air minum isi ulang dengan menggunakan metode reverse osmosis. Apa sih arti reverse osmosis itu sendiri?
Sebelum menjawab arti reverse osmosis, kita bahas dulu arti osmosis itu sendiri. Kembali ke pelajaran waktu dibangku SD, “anak-anak.. air dari dalam tanah dihisap oleh akar tanaman dengan proses osmosis, lalu diangkut menuju daun dan kemudian berlangsunglah proses fotosintesis”… Saat itu, mungkin istilah itu hanya kita hapal tanpa kita pahami lebih lanjut. Nah, mungkin sekarang waktu nya kita cari pemahamannya, Osmosis adalah proses difusi sebuah cairan (kebanyakan air) melalui membran semi-permeable, cairan tersebut mengalir dari larutan berkonsentrasi rendah (berarti memiliki kadar air yang lebih tinggi) menuju larutan berkonsentrasi tinggi (berarti memiliki kadar air yang lebih rendah). Jadi, osmosis merupakan proses fisik perpindahan cairan melewati membran semi-permeable dari dua larutan yang memiliki beda konsentrasi, tanpa bantuan energi dari luar, bahkan proses osmosis merupakan bentuk pelepasan energi.
Nah, berarti reverse osomosis adalah bentuk proses kebalikan dari proses osmosis tadi. Reverse osmosis merupakan proses perpindahan cairan (air) melalui membran semi-permeable, (bedanya dengan proses osmosis adalah) cairan mengalir dari larutan berkonsentrasi tinggi menuju berkonsentrasi rendah, alias proses penyaringan atau filtrasi, air boleh lewat tapi ampasnya jangan. Karena proses ini kebalikan dari proses osmosis, maka proses reverse osmosis membutuhkan anergi dari luar, yaitu sebuah pompa untuk menaikkan tekanan di satu sisinya sehingga mampu mendorong air untuk melewati membran tersebut.
Seperti ini diagram reverse osmosis :
 
diagram reverse osmosis
Larutan dengan konsentrasi tinggi (air plus pengotor-pengotornya) didorong menuju membran RO (yang merupakan saringan/filter), namun karena ukuran lubang-lubang pada membran hanya sebesar 0,0006 mikron (dimana 1 mikron = 1/1000 mm), maka hanya air murni (H2O) saja yang dapat melewatinya. Pengotor-pengotor nya akan tersaring dan terbuang.


0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Baca Juga Artikel Ini