Rabu, 16 Maret 2011

Pemberontakan Umat Manusia

Sepenggal Naskah Pemberontakan Umat Manusia

Saat kami dilemparkan ke tanah penuh ilusi ini,
Kami kosong,
Hingga kini pun kami tetaplah kecil.
Namun variabel semakin meluas dan kompleks....

Kami dibelenggu,
dijerat keterbatasan mekanistik ragawi.
Kami berontak,
menagih janji kebenaran.
Adakah itu kan datang?
Ataukah hanya bagian dari ilusi dan fatamorgana hidup?

Kami mendaki,
meski ta jelas apa yang kami dapatkan dipuncak tinggi sana.
Sementara pendakian ini begitu melelahkan dan juga penuh kepalsuaan bahakan KEKOSONGAN!

Kami bejanji tentang pengabdian pada Sang Maha yang melemparkan kami.
Adakah itu membuat kami selamat?
Setidaknya itu merupakan tawaran "perjudian" yang menggiurkan.

Tuhan, kami asing ditanah ini.
Bertanya-tanya tentang pelbagai problematika.
Hingga lelah dan tersungkur jua.

Sial sekali, Engkau melemparkan kami ke tempat yang nyaman.
Membuat kami enggan untuk bangun dan menyadari keterasingan kami ditanah ini.
Andai saja kami semua menyadari keterasingan ini,
Pastilah kenyamanan ini akan kami tinggalkan.

Tuhan,
Itulah sepenggal naskah pemberontakan kami.

---UMAT MANUSIA---



***Kami sedang berlayar dengan sampan kecil nan rapuh
meninggalkan dermaga tua yang daratannya penuh dengan kegembiraan dan kenyamanan
Untuk menerjang ombak samudera luas yang tepi nya bahkan tidak kami ketahui.
Sialnya,
Sebelum kami berlayar, kami telah membakar dermaga itu.
Maka mustahil untuk kembali.*** (Inspired by Nietzsche)

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Ada kesalahan di dalam gadget ini