Selasa, 21 Juni 2011

Wiro Sableng #4: Keris Tumbal Wilayuda


 
Detik senjata-senjata itu menderu memapas angin kosong maka detik itu pula dengan kecepatan yang hampir tak sanggup disaksikan oleh mata, Pendekar 212 menukik ke bawah merampas pedang salah seorang prajurit. Dan ketika pedang itu menderu laksana kitiran maka lima prajurit meregang nyawa mandi darah, dua lainnya luka parah!
Dalam kejutnya menyaksikan gebrakan yang dahsyat itu Resi Singo Ireng melihat satu bayangan berkelebat ke arahnya. Dia tarik tali kekang kuda dengan cepat. Namun sebelum binatang tunggangannya itu sempat bergerak, tubuh kuda ini sudah angsrok ke tanah! Keempat kakinya terbabat putus. Binatang ini berguling di tanah melejang-lejangkan kakinya yang buntung dan meringkik tiada henti! Untung saja Resi yang kosen ini Cepat menyadari apa yang terjadi sehingga lekas-lekas dia melompat ke samping dan berdiri dengan muka kelam membesi, mata menyorot!
Pendekar 212 tertawa gelak-gelak sementara prajurit-prajurit yang masih hidup dengan nyali menciut segera menjauhi ini pemuda yang dianggap mereka sangat berbahaya.
“Pemuda gondrong! Kehebatanmu cukup untuk dikagumi! Tapi bila kau tahu dengan siapa saat ini berhadapan, maka lekaslah berlutut minta ampun!” berkata Singo Ireng.
“Uh! Sama manusia jelek macam kau buat apa perlu takut!” ujar Wiro Sableng dan tawanya semakin menjadi-jadi!
Kali ini Wiro Sableng terlibat dalam sengketa kudeta di Kerajaan Banten. Tapi, siapakah sebenarnya Dewi Kerudung Biru? Dan mengapa Wiro bisa terperangkap dalam jebakan Istana Lembah Batu Pualam?
Format : MS Reader (lit)
Bahasa : Indonesia
Download

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Ada kesalahan di dalam gadget ini