Jumat, 24 Juni 2011

The United Nations: A Very Short Introduction



PBB telah mendapat berbagai sebutan seperti “harapan terbaik manusia”, “tidak relevan”, sampai “usang.” Untuk dapat mengenal PBB, Jussi Hanhimäki memaparkan tentang efektivitas organisasi dunia ini dengan memberikan pemahaman yang jelas tentang bagaimana kisah awalnya hingga mencapai bentuknya yang sekarang, dan bagaimana menghadapi tantangan baru dalam dunia yang cepat berubah. Setelah menceritakan sejarah singkat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pendahulunya, Liga Bangsa-Bangsa, penulis mencatat keberhasilan dan kegagalan PBB sebagai penjaga perdamaian dan keamanan internasional, sebagai promotor hak asasi manusia, sebagai pelindung hukum internasional, dan sebagai arsitek pembangunan sosio-ekonomi. Hanhimäki menekankan bahwa masalah terbesar PBB adalah kesenjangan yang lebar antara ambisi dan kemampuannya. Dalam bidang keamanan internasional, misalnya, PBB harus menyelesaikan konflik – baik itu antar atau dalam negara – tanpa menyinggung kedaulatan nasional negara-negara anggotanya, dan tanpa kehadiran negara-negara besar, sebagaimana terjadi pada intervensi Irak 2003. Hanhimäki juga membahas akuntabilitas PBB dan berbagai lembaga underbow-nya (seperti UNESCO dan UNICEF), dan menawarkan pandangan tentang efektifitasnya dalam krisis di Rwanda dan bekas Yugoslavia baru-baru ini, misalnya – dan bagaimana hal ini dapat memenuhi tujuan-tujuan di masa depan. The United Nations, Kesimpulan Hanhimäki, Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah sebuah organisasi yang masih sangat diperlukan yang telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Tapi PBB juga merupakan lembaga yang masih jauh dari sempurna, sehingga perlu direformasi terus-menerus.
Penulis : Jussi Hanhimäki
Format : Adobe Reader (pdf)
disarankan untuk menginstal Adobe Reader versi terbaru
Bahasa : English
Download


0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Ada kesalahan di dalam gadget ini