Kamis, 23 Juni 2011

Saddam Hussein: Jejak Langkah Singa Padang Pasir


Ia lahir di desa, menjadi penggembala domba, lalu meniti liku-liku karir politik hingga berhasil mencapai puncak kekuasaan. Perjalanannya penuh kontroversi dan pertumpahan darah. Pada usia 19 tahun sudah berkomplot untuk menumbangkan monarki yang berkuasa. Umur 21, dia menembak Perdana Menteri Irak dengan senapan mesin. Dengan kaki luka, ia menunggang kuda menuju Mesir dan Syria.
Saddam Hussein merupakan nasionalis Arab murni yang anti Barat. Setiap kebijakannya dilandaskan pada paradigma anti-Zionisme. “Aku melihat pintu Jerusalem terbuka bagi kita”, katanya. Namun, selain terkenal sebagai politikus berhati singa, ternyata Saddam juga seorang novelis.
Buku ini mengisahkan perjalan hidup Saddam Hussein, sang singa padang pasir, dari desa Tikrit hingga menduduki istana Baghdad. Dengan penuturan yang lancar, buku ini mengulas berbagai kontroversi yang menyelimuti kehidupan Saddam.
  • Bagaimana caranya merebut dan mempertahankan kekuasaan?
  • Bagaimana perilakunya sehari-hari, sebagai seorang ayah maupun Paman Besar bagi bangsa Irak?
  • Bagaimana perilaku orang-orang di sekitar kekuasaannya, termasuk Uday Hussein, anak sulung Saddam?
  • Benarkah AS memprovokasi Saddam untuk menyerang Kuwait tahun 1990?
  • Bagaimana kaitan Saddam dengan Osama bin Laden dan al-Qaeda?
  • Benarkah ia mengembangkan senjata nuklir, kimia dan biologi?
  • Benarkah ia punya hubungan gelap dengan beberapa wanita?
  • Bagaimana cerita sebenarnya di balik pembelotan dua orang menantu Saddam ke Yordania?
  • Mengapa ia begitu terobsesi kepada sosok Nebuchadnezzar dan Salahuddin?
PenulisIndra Ismawan, et al.
Format : Adobe Reader (pdf)
disarankan untuk menginstal Adobe Reader versi terbaru
Bahasa : Indonesia


0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Baca Juga Artikel Ini