Memuat...

Minggu, 19 Juni 2011

ILMU PENGETAHUAN TENTANG CINTA



Download E-booknya Disini


Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja,
Serta Rahasia Tentang Cinta Sejati

Tulisan ini terinspirasi dari kesadaran saya akan setiap maha karya
kreatifitas manusia di dunia, dari mulai lagu, mitos dan dongeng, hingga
berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur. Apabila kita
perhatikan bagaimana nyaris setiap karya tersebut terinspirasi dari
ataupun bertemakan elemen romansa. Contoh yang paling mudah
ditemukan adalah dalam dunia musik yang sepertinya tidak pernah
kehabisan stok lagu-lagu tentang cinta.
Kenapa ya ?, Dan ternyata ketika saya search, dengan tepatnya
ketemulah jawabannya di artikel ini: Kreatifitas Cinta.
Dalam artikel tersebut menyebutkan, berdasarkan penelitian seorang
psikolog, Jens Forster, dari University of Amsterdam yang berjudul Why
Love Has Wings and Sex Has Not, maka dapat disimpulkan “cinta itu
membuat kita cenderung berpikir lebih besar dan kreatif”.
Wow !, sebegitu hebatkah cinta itu..
Yup, selain itu cinta bagi saya adalah komponen yang membuat dunia ini
hidup, tanpa cinta kita semua mungkin tidak pernah ada didunia ini.
Konon manusia pertama didunia, Adam dan Hawa saling mencintai satu
sama lain sehingga bisa memunculkan keturunan hingga akhirnya kita
bisa terlahir disini. Tentu karena cinta jualah orangtua kita beserta
seluruh orangtua dari orangtuanya kita dst. akhirnya mampu
membesarkan kita semua sehingga kita semua bisa merasakan indahnya
cinta juga. Maka sudah saatnyalah bagi kita untuk berterima kasih
kepada sang pahlawan kita, - cinta. Dengan jalan mensyukurinya, yakni
berupa menebarkan cinta itu ke dalam setiap perbuatan yang kita
lakukan.
Selain daripada itu karena hal-hal tersebut pulalah timbul pertanyaan
dibenak diri saya, “Lantas sebenarnya ada apa sih dengan cinta ?”.
Melalui tulisan sederhana inilah akhirnya saya bermaksud untuk berbagi
dengan Anda semua sedikit tentang perihal cinta yang telah saya
ketahui.
Selamat menyimak...


Cinta Membuat Seseorang Menjadi Bahagia
“Aku tak bisa hidup tanpamu, kamu berada di aliran darahku, kamu
adalah nafasku, aku tak ingat makan, tak ingat minum, tak ingat
bobo, tak ingat mandi dll. semua itu karena mengingat kamu...”.
Mungkin kata-kata lebay dan alay diatas tak asing lagi kita dengar dari
mulut seseorang yang tengah dimabuk asmara. Dalang dibalik keadaan
tersebut adalah hormon fenylethilamin. Selain hormon fenylethilamin
ada juga hormon adrenalin. Sebagian pengaruh dari adrenalin ada yang
mirip dengan fenylethilamin, yaitu mempercepat nafas. Selebihnya ada
lagi hubungannya dengan, "tak ingat makan, tak ingat minum..". Ketika
hormon ini bekerja, efek yang ditimbulkan dapat menghilangkan nafsu
makan karena organ pencernaan jadi bekerja lebih lambat.
Nah, yang berikutnya rada-rada menakutkan. Rupanya, selain hormon
dopamine yang bekerja selayaknya kokaine, ada juga hormon yang
bekerja selayaknya morphine. Hormon ini bernama endorpin. Endorpin
dikatakan adalah morfinnya tubuh karena memang sifatnya yang seperti
morfin (tahukan morfin ?, masih sejenis narkoba juga loh..). Hormon ini
sebenarnya hanya akan muncul ketika kita merasakan sakit,
kegembiraan, dan orgasme. Namun, rupanya ketika kita jatuh cinta,
hormon ini juga bekerja, oleh karena itu orang yang jatuh cinta merasa
bahagia (kadang-kadang membuat senyum-senyum sendiri). Uniknya
ketika Anda memakan cokelat, hormon endorpin ini juga akan
dihasilkan. Itulah sebabnya ada baiknya apabila kita memberikan
hadiah cokelat kepada pasangan kita. :)
Selain itu ada juga vasopresin. Hormon ini memiliki peranan dalam
kegiatan sexual. Hormon ini dapat menekan sekresi air, berperan
sebagai antidiuretik yang dapat mengatur pengeluaran urin. Tanpa
hormon ini, Anda sudah pasti memerlukan bantuan pampers karena
tidak bisa mengatur air kencing sendiri.
Dan yang terakhir adalah oxytocine yang merupakan hormon yang
terkait dengan perasaan kepuasan. Ketika Anda memeluk atau
membelai pasangan Anda, hormon ini akan dihasilkan di hipotalamus.
Cinta Membuat Seseorang Menjadi GILA
Saat kita jatuh cinta, bagian otak yang bertugas sebagai pengontrol
depresi dan analisis, sama sekali tidak bekerja, sebaliknya bagian otak
pengontrol intuisi, rasa "ser-seran" dan bagian otak yang bekerja
merespon obat bekerja dengan aktif.

Download E-booknya Disini

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Baca Juga Artikel Ini