Rabu, 22 Juni 2011

Dinding-Dinding Kaca: Memahami Orang-Orang Autistik



Kuayun-ayunkan badan ketika dia mengayun-ayunkan badan, kukepak-kepakkan tangan ketika dia mengepak-ngepak, berteriak dan bersenandung ketika dia berteriak dan bersenandung.
Kami menjulingkan mata kami pada saat yang sama, menabrakkan tubuh kami ke dinding bersama, menggigit tangan sendiri bersama-sama, membenturkan kepala kami secara serempak. Aku menjadi cerminnya.
Tak ada yang mengira, Howard Buten sang artis pantomim, penulis sejumlah novel, yang juga psikolog ini, berhasil merasakan seperti apa menjadi autistik. Dalam perjalanan panjangnya, Buten menemukan bahwa dengan meniru semirip mungkin semua gerak tubuh pasien autistik, dia bisa menarik perhatian mereka dan – yang lebih penting – mampu berempati kepada mereka. Rasa memahami ini juga menjadi jalan untuk menembus “dinding kaca” yang mengisolasi para penyandang autisme.
Dinding-Dinding Kaca adalah curahan hati Buten yang selama tiga dasawarsa bekerja dengan anak-anak autistik. Selama itu, Buten merasakan bahwa definisi dan deskripsi mengenai autisme – seperti apa dan darimana asalnya – hanya membuat frustasi. Buten pun berusaha menemukan caranya sendiri – membuat para penyandang autisme itu menjadi hidup; membuat mereka lebih memesona dan lebih baik.
“Buten menulis dengan bakat sejati yang membangkitkan harapan tentang suatu cara yang kadang menyayat hati bagi orang-orang autistik di Bumi ini”
Penulis Howard Buten, Ph.D. adalah pendiri Adam Shelton Center di Paris. Selain harus membagi waktunya antara Paris dan New York, Buten juga melakoni dua profesi lain: sebagai seorang artis panggung di Eropa, dia adalah Buffo si badut pantomom yang teatrikal; dan sebagai penulis, dia sudah melahirkan tujuh novel yang diterbitkan di Prancis. Novel pertamanya, Burt, juga diterbitkan di Amerika Serikat pada 1981, dan diterbitkan kembali pada 2000 dengan judul When I Was Five I Killed Myself.
Format : Adobe Reader (pdf)
disarankan untuk menginstal Adobe Reader versi terbaru
Bahasa : Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa komentarnya.....

Ada kesalahan di dalam gadget ini